Jangan insecure!!
Menyayangi diri sendiri
Coba deh kalian dengerin lagu nya Justien Bieber judulnya Love Yourself, cocok banget buat bahasan kita kali ini.
Menyayangi diri sendiri itu nggak bayar sama sekali kok. Tapi, kenapa banyak orang yang justru membenci dirinya sendiri atas dasar kebencian dan penyesalan, ya? Tidak mau menerima keadaan dirinya yang memang sudah apa adanya seperti itu. Harusnya kita malah bersyukur karena udah diberi hal yang sangat berharga di dunia ini, bahkan tanpa kita meminta. Bukannya malah tidak terima dan menyalahkan sebuah takdir atau bahkan Tuhan.
Menyayangi diri sendiri perlu ditanamkan sejak lahir. Tahap pertama bisa peduli dan mengasihi orang lain itu adalah dengan menyayangi diri sendiri terlebih dahulu. Jika kita membenci apa yang kita punyai yang bahkan belum tentu dimiliki orang lain. Lantas, mana bisa kita peduli dengan orang lain?
Berpikirlah bahwa kita ini berharga dan istimewa dibanding orang lain. Dalam diri orang lain, belum tentu ada kebahagiaan yang kita rasakan. Tidak semua orang mengerti dan peduli padamu. Lalu, kau juga ingin membenci dirimu atau bahkan hidupmu? Ingatlah! Tujuanmu hidup di dunia ini untuk apa. Apa kau tidak ingin merasakan cinta di dunia ini? Jika kau ingin, jauh di dalam hatimu juga membutuhkanmu. Bayangkan! Jika kau tidak menyayangi dirimu sendiri, kau pun akan malas melakukan apapun karena kau tidak ingin dipebudak oleh dirimu sendiri. Itu sangat salah, dan menghambat gerakan kita sebagai penerus bangsa.
Jika tidak bisa, pelan-pelan. Kita harus bisa mencintai diri sendiri. Taruh sedikit perhatian kepada diri sendiri. Jangan terus-terusan sibuk untuk orang lain.
Pikirkanlah bahwa kita juga punya hak pribadi untuk bisa quality time sama diri kita sendiri. Emang susah sih, tapi diri kita memang perlu diberi perhatian dan cinta kasih yang lebih.
Kita punya hak untuk bahagia, ya kan? Jika tidak kita yang menyayangi diri kita, lalu siapa lagi? Ingatlah, di dunia ini semua orang egois, sebaik apapun dia. Bisa saja mereka memaki dan mengolok-olok satu sama lain. Mungkin tidak semua, tapi kebanyakan begitu, bukan? Ayolah, diri kita sendiri lebih berharga.
Kita nggak perlu sampai menyanjung diri sendiri. Cukup hanya dengan hati kita bagaimana kita bisa membuatnya bahagia dan tak merasa tertekan. Karena banyak contoh kasus bunuh diri di jaman ini. Tentulah, itu karena mereka tidak terima dengan keadaan. Mereka kebanyakan tidak memiliki alur hidup yang jelas. Harusnya kita lebih bisa menjadikan diri sendiri lebih baik dari waktu ke waktu dan selalu tersenyum di setiap saat.
“Senyum? Aku aja bahkan lupa terakhir kali goodmood.”
Eh, ya kalian cari hiburan dong di luar sana. Apa yang membuat kalian bahagia, lakuin. Selama itu positif. Kalau ke arah yang negatif, tolong jangan. Karena apa? Hal yang negatif bisa menyakiti diri sendiri. Lah? Kok bisa? Iya lah, kan aura positif nya jadi ilang ninggalin kalian. Pokoknya jangan ke arah yang negatif ya kalau menghibur diri sendiri.
Jangan cepet emosi juga kalau ada orang yang ngata-ngatain kita. Mereka tuh cuma iri nggak bisa nyamain kita. Kita punya apa bagusan dikit, dikatain, dighibahin, dinyinyirin. Biasa lah itu mah, nggak perlu dimasukin ke hati. Kita harus bisa sekuat tameng nya kapten amerika.
Biarin aja mereka ngomong apa aja yang mereka suka, asal kita nggak terlalu mikirinnya. Kita bisa down sendiri kalau kalau nyerap apa yang mereka katain. Sejujurnya, itu ampuh banget sih. Dengan cara nggak denger celotehan buruk orang lain, diri kita nggak terlalu lelah menghadapi keadaan.
Intinya, garis besarnya itu kita harus bisa menyayangi diri sendiri dan nggak ngebuat diri kita sendiri jatuh. Kita harus terus berusaha lebih baik ke depannya, oke?
Kita harus siap menghadapi resiko dunia. Tantangan akan datang bertubi-tubi. Jadi, siapkan dirimu!
“We will deserve it!” semangat ya! Semua orang butuh kamu tetep maju, jadi jangan berhenti di tempat dan salah-salahin diri sendiri atas kegagalanmu. Kamu hanya kurang berusaha aja kok, selebihnya kamu bahkan sangat bisa berhasil. Kegagalan itu awal kesuksesan dan aku percaya itu. Ingat! Gagal berhasilnya kita tergantung seberapa banyak panjatan doa, tetesan keringat dan air mata, juga seberapa besarnya usaha kita.
Jangan insecure!!
Karena yang sempurna di mata manusia belum tentu sempurna di mata Tuhannya :)
Komentar
Posting Komentar